| Hendaklah terbayang bagaimana Rasulullah SAW tiga kali mengalahkan juara gulat dalam kompetisi gulat di Mekkah. Selain itu beliau tercatat hanya dua kali menderita sakit seumur hidupnya (yang pertama sakit demam pada pertengahan usianya, dan kedua sakit demam menjelang wafat). Untuk berjalan kaki naik sampai ke gua Hira, orang lain membutuhkan waktu sekitar dua jam, sementara beliau hanya memerlukan waktu 45 menit, atau pada suatu ketika Rasulullah SAW mampu memecahkan sebuah batu besar, dalam perang parit, hanya dengan tiga kali hantaman. Rasulullah SAW adalah seorang kepala negara, kepala pemerintahan, kepala angkatan bersenjata, merangkap kepala atau pimpinan spiritual, yang tidak pernah ada seorangpun di dunia ini yang seperti beliau, yang ternyata pengaruhnya masih ada hingga sekarang. Ustadz Abdurrahman Azzam dalam Bathalul Abthar, berkata: … yang menarik perhatian dalam ‘ibadah beliau (Rasulullah SAW) adalah kemampuan beliau yangmengagumkan dalam menyatukan ‘ibadah yang mencapai derajat paling tinggi dengan urusan keduniaan, antara urusan-urusan da’wah dengan jihad. Beliau sendirian menhadapai seluruh umat manusia, mengendalikan Negara Madinah yang masih baru di hadapan dunia, mengirim utusan kepada raja-raja dan menda’wahi mereka, menerima kedatangan para utusan dan menjamunya, mengirim pasukan dan memimpinnya, berdialog dengan para pemuka agama (non-Islam) dan penguasa yang ada di sekitarnya, mempersiapkan kemenangan, berhati-hati dari kemungkinan kalah, mengelola perekonomian, dan banyak kesibukan lainnya berkaitan dengan urusan pribadi dan pembinaan rumah tangga dan keluarga beliau, hingga pada dimensi kesibukan lain beliau menjaga dan mencatat wahyu Allah SWT, mensyari’atkan diinul Islam kepada umat manusia, merinci wahyu yang masih global, menjelaskan yang masih sulit, menggariskan sunnah-sunnah, mengembalikan permasalahan yang tidak dijelaskan Allah SWT kepada permasalah yang sudah jelas. Dengan semua kesibukan di atas, beliau tetap melaksanakan kegiatan ‘ibadah ritual sehari-
Dan yang tak kalah hebatnya adalah, beliau mampu mengajarkan pola hidup seperti itu kepada orang di sekitar beliau (para sahabat). Bagaimana mereka yang kita kenal dalam sejarah sebagai Abu Bakr, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqash, dan ratusan nama lainnya yang mempunyai saham yang signifikan dalam perubahan struktur peradaban manusia yang pengaruhnya terasa hingga sekarang. Bisa kita bayangkan alangkah kuatnya pikiran, mental dan fisik Rasulullah SAW. Otak adalah pusat kendali seluruh aktifitas manusia dari kendali atas seluruh sel dan organ-organ tubuh, kinerja sistem tubuh, hingga memberikan stimulus dan sugesti terhadap seluruh aktifitas manusia. Otak terdiri dua bagian, otak kiri dan otak kanan. Otak kiri berfungsi untuk berpikir analisis, logika, ilmiah, dan struktural. Sementara otak kanan berfungsi untuk berpikir kreatif, imajinatif, komunikatif, semangat, mengatur perasaan, merasakan situasi di sekitar, perasaan kasih sayang, hingga menyimpan pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar ini pula yang mengendalikan sistem kinerja tubuh, mulai sistem syaraf, pencernaan, respirasi, hingga sistem kekebalan tubuh yang mampu menghalau berbabagi macam kuman dan penyakit apapun. Adapun sistem kekebalan tubuh ini akan menurun apabila otak berada pada posisi berpikir dan merasakan stress. Pada saat ini maka, jumlah sel kanker meningkat dan memudahkan kuman dan penyakit dari luar untuk masuk ke dalam tubuh dan berkembang. Manusia menggunakan otak kanan sebesar 82% dan otak kiri 12% dalam aktifitas kehidupan sehari-hari. Manusia modern pada umumnya lebih cenderung memaksakan penggunaan otak kiri untuk mengatas berbagai persoalan atau masalah dalam kehidupan sehari-hari, yang padahal, masalah-masalah tersebut lebih tepat dicari solusinya dengan menggunakan otak kanan, misalnya masalah membina rumah tangga, mendidik anak, menjalankan usaha, karir, hingga menjalani kegiatan ’ibadah. Sehingga tidak heran suami istri bertengkar hebat hanya karena masalah uang, pemimpin yang mementingkan kepentingan pribadi, dan sebagainya. Memfungsikan otak kiri terlalu berlebih mengakibatkan stress, yang mengganggu pola pikir, pola gerak, pola tidur, serta pola makan. Rasulullah SAW mempunyai karakter dan pengelolaan pikiran yang sangat istimewa untuk ditiru. Optimalisasi beliau dalam keseimbangan penggunaan otak kiri dan kanan sangat baik. Di suatu saat beliau mengatur strategi perang, mengelola perekonomian, dan sebagainya. Di sisi lain beliau terkenal sangat penyayang, pemaaf, dermawan, berpikir positif, hingga mempunyai visi yang jauh ke depan dalam membimbing umat manusia, yang hanya diperoleh jika imajinasi dan visi otak kanan dapat dioptimalkan dengan baik.
Salah satu hal penting yang membuat Rasulullah SAW senantiasa sehat dan bugar, baik fisik maupun jiwanya, adalah dikarenakan beliau mempunyai visi yang kuat dan jauh ke depan. Visi beliau berasal dari tuntunan Ilahiyyah. Visi beliau menuntun kepada imajinasi. Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan. Imajinasi mengarah pada pembentukan sesuatu yang tidak nyata menjadi kenyataan, sedangkan ilmu pengetahuan bersifat menganalisis dan mentafsirkan sesuatu yang sudah nyata. Rasulullah SAW mempunyai suatu visi dan imajinasi akan pembentukan tatanan dunia dan peradaban kemanusiaan yang baru. Beliau mempunyai visi semenjak masih muda dan mendapat dukungan dari kakeknya serta ibunya. Aspek kejiwaan beliau mengalami goncangan ketika beliau melihat betapa beratnya mewujudkan visi beliau. Ketika melihat antara imajinasi dan visi beliau akan bentuk sosial peradaban yang menjunjung tinggi kemanusiaan dengan kenyataan bahwa saat itu peradaban manusia masih jauh dari nilai-nilai Ilahiyyah. Visi tatanan kemanusiaan yang ada dalam kepala beliau ternyata sangat jauh dengan realita kehidupan jahiliyyah yang ada di sekitar beliau. Beliaupun tidak melihat adanya harapan dari dua kekuatan dunia yang ada (Romawi dan Persia) yang mengarah pada perbaikan perdaban manusia. Oleh karena itulah beliau lebih memilih banyak berdiam diri di Gua Hira hingga turunnya wahyu pertama.
|
Selasa, 02 Desember 2008
Rahasia Kekuatan Fisik dan Pikiran Rasulullah SAW
Langganan:
Komentar (Atom)